KEKALAHAN YANG MEMBUAHKAN DENDAM


Bontang_
Tidak mudah untuk melupakan sebuah kegagalan, apalagi kegagalan tersebut harus dilakoni di kandang sendiri. Namun, itulah olahraga, kalah atau menang sudah menjadi sesuatu hal yang biasa. Setidaknya, perasaan itulah yang kini dialami salah satu pevoli PON XVII Kaltim, Sari. Pasalnya, bertekad memberikan prestasi terbaik untuk Kaltim di cabang olahraga (Cabor) voli, malah harus dikandaskan tim kuat Papua pada saat memasuki semifinal lalu.

“Atas kekalahan itu, saya dan teman sekamar di mes atlet (Yunita, Asung) sempat kepikiran dan tidak bisa tidur setelah kekalahan tersebut. Tapi yaitulah olahraga, kalah-menang sesuatu hal yang biasa. Mungkin karena kurang beruntung saja, ditambah dengan persiapan yang sangat singkat. Kalau daerah lain sudah persiapkan tim PON-nya sekitar 2 tahunan, sementara Kaltim kurang lebih 2 bulanan,” kata Sari yang juga asli Bontang ini.

Sari yang memulai hobi volinya sejak duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) di Bontang ini, awalnya hanya ikut-ikutan bermain voli dengan teman-temannya di Gunungsari, Bontang Selatan. Saat itu, bakat alam Sari mulai terlihat, selain didukung fisik yang bagus, juga memiliki smes yang keras. Sampai akhirnya, usianya beranjak dewasa, Sari-pun sering mengikuti pertandingn voli dengan berganti-ganti klub, baik untuk Bontang maupun Kaltim bahkan tingkat nasional sekalipun. Terakhir, Sari dipercaya menjadi salah satu atlet voli yang akan perkuat Kaltim di PON XVII lalu. Oleh pelatih, Sari bersama 2 rekannya yang lain yaitu Yulita dan Fero menjadi pemain yang khusus mematikan serangan ke jantung pertahanan lawan. Sekadar menjadi catatan, selain Sari, tercatat masih ada 2 atlet voli PON Kaltim yang berasal dari Bontang yaitu Ramli dan Desi, juga masih berusia muda. Di sisi lain, walau gagal berikan yang terbaik, namun masyarakat Bontang tetaplah merasa bangga, dan memberikan pujian. Karena ada pevoli asli Bontang yang ternyata bisa membawa nama Kaltim di ajang nasional.

“Insya Allah, kalau PON ini kita gagal, 4 tahun akan datang di pada PON XVIII kita bisa membuktikan sebagi tim terkuat, tentunya melalui persiapan yang bagus pula,” harap Sari dibenarkan Yunita.(brm)

Tidak ada komentar: